•  
  • oceanjava.com
Sabtu, 03 November 2018 - 19:24:26 WIB
Pembatasan Bahan Bakar Mengandung Sulfur bagi Pelayaran Internasional
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Marine Technolgy - Dibaca: 151 kali

Sesuai Konvensi international Marine Pollution (MARPOL) Annex VI Regulasi 14 mengenai Sulphur Oxides (SOx) and Particulate Matter, per 1 Januari 2020 kapal yang berlayar Internasional wajib menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur tidak boleh melebihi 0,5% m/m.

Sedangkan bagi kapal yang beroperasi di Emission Control Area (ECA) yaitu area pengontrolan yang lebih ketat untuk meminimalkan emisi udara dari kapal, kandungan sulfur pada bahan bakar tidak boleh melebihi 0,1% m/m.

IMO commissioned a review of the availability of low sulphur fuel oil for use by ships, to help Member States determine whether a new lower global cap on sulphur emissions from international shipping shall come into effect on 1 January 2020 or be deferred until 1 January 2025. 
 
The current global limit for sulphur content of ships’ fuel oil is 3.50% m/m (mass by mass). The new global cap will be 0.50% m/m will apply on and after 1 January 2020 or 1 January 2025, depending on the outcome of the review.

  

Persyaratan kandungan sulfur pada bahan bakar akan menjadi obyek pemeriksaan oleh petugas Port State Control terhadap kapal-kapal yang berlayar di perairan Internasional.

“Kami telah mengeluarkan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Laut Nomor UM.003/93/14/DJPL-18 tanggal 30 Oktober 2018 tentang Batasan Kandungan Sulfur pada Bahan Bakar dan Kewajiban Penyampaian Konsumsi Bahan Bakar di Kapal,” kata Dirjen Hubla, Agus H Purnomo di Jakarta, Jumat (2/11).

Selain itu mulai 31 Desember 2018, buku Rencana Pengelolaan Energi Efisiensi Kapal atau Ship Energy Efficiency Management Plan (SEEMP) wajib dilengkapi metode pengumpulan data konsumsi bahan bakar pada kapal sesuai format Resolusi IMO nomor MEPC.282(70).