•  
  • oceanjava.com
Kamis, 05 Juli 2018 - 15:33:03 WIB
Tanggung jawab; Syahbandar, Nakhoda, Pemilik Kapal, dan ABK Ketika Kecelakaan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: EVENT - Dibaca: 320 kali

UU No.17 Tahun 2008 mengatur ketat soal tanggungjawab masing-masing pihak dalam pelayaran khususnya saat terjadi kecelakaan.

Nakhoda dan Pemilik Kapal terancam sejumlah delik pidana apabila terjadi kecelakaan.

Tenggelam, terbakar, tubrukan, maupun kandas. Keempat hal itu berpotensi dialami kapal ketika berlayar.

Jika terjadi kecelakaan bukan berarti kesalahan semata-mata ditujukan kepada awak kapal. Tentu ada porsi walaupun sedikit dari aspek lainnya terlepas dari kapabilitas Anak Buah Kapal (ABK) dan Nakhoda, misalnya kondisi kelaikan kapal laut, kondisi cuaca, kelalaian aparat pemerintah di pelabuhan, dan mungkin ada faktor lainnya yang satu dengan lainnya saling punya keterkaitan dan punya dampak hingga akhirnya terjadi kecelakaan.

Prinsipnya, kecelakaan itu perlu diinvestigasi untuk diperbaiki. Yang menggiring kepada kecelakaan itu banyak, tidak hanya satu. Itu diselidiki dan diinvestigasi. Koordinatornya (investigator) harus netral, dia tidak boleh dekat kepada hukum karena nanti akan masuk ke ranah penegakan hukum.

UU No.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran sendiri telah mengatur mengenai aspek keselamatan pelayaran sangat lengkap. Masing-masing pihak, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung pun diberikan porsi pertanggungjawaban masing-masing. Tapi yang pasti, aturan ini tegas memberikan sanksi baik secara administratif maupun pidana terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar mandatory keselamatan (ISM-Code)

Semoga bermanfaat, Salam sukses, Amin

Capt. Solikin